Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryFeb 13, '12 3:47 AM
for everyone
Dear Bandung, hujankah..?

Ingin kutuliskan sesuatu, namun apa ya..hmm. Tak bermaksud untuk mengingatkan kembali, namun niatku sebagai pembangkit semangat lah. Tentu saja aku bisa membayangkan suasana apa yang terjadi di dalam sel sana, arghh namun ternyata bayanganku tak seperti apa yang memang benar-benar terjadi di sana. Tentu saja sesuatu yang lebih besar dan besar terjadi di sana. Bayanganku hanya sekedar bayangan karena aku memang tidak merasakan apa yang kalian rasakan di sel sana. Tidak sepenuhnya, hanya membayangkan saja.

Kami di Lembah Code tak pernah mengalami kejadian seperti ini, dan semoga tak akan pernah. Dan sekarang kalian mengalaminya.

Kukenal kalian sejak lama, dan memang benar..bahwa hubungan kekeluargaan kita begitu erat. Jogja-Bandung lalu Bandung-Jogja, salah satu jurusan favorit anak-anak Lembah Code lah. Aku sendiri mengenal banyak anggota KMPA dengan cukup baik, dari angkatan 90-an lalu angkatan 2000-an hingga muda mudi baru angkatan 2010 ke atas. Kesanku, kalian itu Bandung banget deh..hehe.

Fanka, pernah hadir di Lembah Code dan tak pernah kubayangkan bahwa dia sosok KMPA. Dia di Jogja dan tak seperti teman-temannya yang lain, ada yang ke Jomblang, ada yang ke Merapi, ada yang ke Elo-Progo, namun dia hanya berjalan "kota-kota" saja. Sepertinya dia lebih cocok jadi model deh dengan tinggi tubuh segitu. Betul saja, tiba-tiba dia menjadi salah satu bahan pujian anak-anak Lembah Code.

Ternyata salah, dia bertualang dan itu pasti, dan wajah ayunya seolah mengaburkan sosoknya sebagai seorang "pejalan kaki".

Akhir Desember lalu, kulihat dengan mataku kalian berarung jeram di sungai Bogowonto. Sesuatu hal yang kalian programkan sejak 6 bulan lalu. Kulihat laporan dan proposal kalian, begitu sistematis. Kulihat dan kulihat detil kalian satu persatu, sosok-sosok yang riang dengan teknik berarung jeram yang baik. Fanka tak ikut di situ. Lalu kulihat Fanka, ya..dia termasuk dalam tim yang berprestasi di Ciberang Open lalu kan. Jujur saja, tim rafting kalian itu menakjubkan dan kompak banget wes. Lalu aku berpaling ke adik-adikku, hmm..dan berharap adik-adikku bisa seperti apa yang kalian tunjukkan. Semacam pertunjukan mini ekspedisi telah kalian perlihatkan kepada kami. Membawa perahu-perahu di atas mobil lalu mengarungi sungai-sungai di Jawa Tengah. Pantas untuk kami tiru.

Aku sampai sekarang belum tahu, hasil apa yang kalian tunjukkan dari belasan sampel air sungai Bogowonto yang dimasukkan dalam botol. Percaya wes, pasti itu bermanfaat, semoga.

Tentang keberanian dan sosok-sosok yang tercipta dalam berkegiatan alam bebas. Indonesia membutuhkan sosok-sosok seperti itu. Sosok pemberani, berani berkata jujur, berani mengambil keputusan, berani membela kepentingan publik daripada pribadi. Dan itu tak pernah hadir saat ini. Tapi hal seperti ini bisa hadir 10-20 tahun lagi. Oleh siapa? Oleh kita, yang berani menghadapi segala apapun resiko yang tercipta dalam berkegiatan alam bebas. Lalu di mana kita bersekolah untuk menjadi "berani". Di alam bebas, itu jawabannya.

Bagaimana menjadi berani itu?

Be brave, on a simple way. Dengan jalan-jalan yang sederhana, dan alam semesta adalah sesuatu yang diciptakan dengan sederhana dan apa adanya oleh Gusti. Untuk kita selami kedalamannya, kita susuri kegelapannya, kita gapai ketinggiannya dengan sederhana pula dan berani. Tinggalkan sandangan kemewahan kalian di kota, karena itu tak pantas. Alam yang liar mempunyai resiko yang sama, entah itu bagi seorang pemuda desa pun pemuda kota, pemuda kaya pun pemuda tak kaya.

Coba kau tanya orang tuamu, bagaimana pendapat mereka tentang kegiatanmu di alam bebas. Berani bertaruh, sebagian besar dari mereka merasa ketakutan dan karena rasa cintanya padamu mereka akan mengusahakan segala macam cara untuk melarangmu. Melarangmu berarung jeram, melarangmu mendaki gunung, dan lain sebagainya.

Lalu coba membayangakan, andaikan seluruh orang tua di Indonesia adalah seorang pendaki gunung. Ahh sudahlah, sepertinya aku terlalu berkhayal.

Dear Bandung, Fanka seperti juga kalian adalah seorang pemberani. Itu pasti. Keberanian Fanka memang telah diganti dengan air mata kalian. Namun renungkanlah, Fanka pasti tetap ingin melihat dari tempat yang "entah" sana, bahwa orang-orang tetap akan berarung jeram lagi. Biarlah raga telah mati, namun jiwa tetap akan bersinar hidup. "Soul" berpetualang tetap abadi pada diri kalian.

Akhirnya, hanya mampu kutulis secarik carut marut ini. Simpatiku untuk Fanka, untuk keluarga Fanka, untuk keluarga KMPA Ganesha ITB. Semoga yang terbaik untuk kalian. Ikhlas. Jalan ini telah digariskan oleh Gusti, untuk apa? Untuk menjadi sinar di jalan yang sederhana esok pagi. Demi keberanian yang tak pernah padam. Jangan terlalu larut dalam kesedihan. Selalu belajar atas segala kejadian. Be brave, on a simple way. :)

~ jarody hestu
lembah Code, 13 Februari 2012, 15:42


Add a Comment
   

jarody hestu

since March 16, 2011 free counters

Jarody Hestu

Create Your Badge

Merapi Guide

Promote Your Page Too

Luweng Jomblang

Promote Your Page Too

Teman berpetualang Anda

Equator Indonesia Jogyakarta


Office :
Jl. Grafika 2, Engineering Sport and Event Area plaza KPFT UGM Jogyakarta

Phone :
62 274 839 1263

www.equator-indonesia.com

E-mail :
info@equator-indonesia.com